Kamis, 23 Agustus 2012
Don't goback just walking forward- step of life
Selasa, 14 Agustus 2012
Can't do something? It means you're nothing
Have you feel nothing? Nothing can do and can't do something? Macam seonggoh daging yang gak guna. Cuma bisa ngeliat, diam, dan gak mampu ngasih perubahan. Pengen banget bisa memberi sedikit jalan keluar buat suatu masalah, tapi kenapa rasanya malah menambah masalah? Berasa sampah!
Banyak hal yang mungkin sebenernya bisa dilakukan, kalau aja jalanan didepan itu gak penuh halangannya. Ini boro- boro mau melangkah, bergerak aja takutnya setengah mati. Pilihannya bukan 2, maju atau mundur. Tapi stuck ditempat!
Kenapa cuma bisa menjadi pendengar kalau nyatanya mampu memberi kekuatan? Kenapa cuma bisa diam kalau ternyata diotak udah banyak yang tertahan buat diucapkan. Kenapa sih takut akan sesuatu yang jelas- jelas belum pasti menakutimu? Kamu hanya takut sama setiap kemungkinan. Hanya takut dengan perandaian. Hanya tak berani mengambil resiko. Dan hanya takut untuk menjadi buruk! Apa setiap perbuatan yang baik akan sama baiknya dimata orang? Belum tentu! Apa setiap tindakan bodoh akan dipandang jelek oleh orang lain? Belum pasti! Semuanya gak bakal kamu ketahui kalau kamu sendiri gak pernah mencoba buat ngelangkah kan?
Oke, intinya disini adalah takut sama kemungkinan ini itu. Takut sama resiko yang mungkin muncul. Bego? HAHAHA memaaang. Kasihan ya, buat menunjukkan kemampuan sendiri aja gak mampu HAHAHA mau jadi apa bos?
Mikirin kepentingan orang lain mungkin bagus, tapi kalau terus-terusan sampe kepentingan sendiri terlupakan? Bego namanya! Bersikap egois sedikit boleh loh ya. Bahagia buat diri sendiri gak ada salahnya loh ya.
Well, do what you love. Love what you do.
Senin, 16 April 2012
What time is it? Say good and bye
Too much love, too much hurt. Cukup memiliki kadar, tak
harus lebih dan kurang. Mencintai memang membahagiakan, namun terlalu mencintai
seseorang sama artinya akan menyakiti dirimu lebih dalam. Terlalu diberdaya dan
dibutakan, sulit melihat hitam dibalik keindahan. Semu. Yaaa, semu.
Semakin kita berani dalam melebur dan masuki perasaan ini,
semakin sulit keluar dan berlari. Ada sesuatu yang kuat menahan hingga nafas
pun terengah- engah dibuatnya. Hanya manusia yang dangkal pikiran jika merasa
kalah dengan perasaan dan dibodohi oleh hati untuk kesekian kali. Yaaaa memang
bertindak tidak semudah bicara. Tapi paling tidak, ini satu langkah lebih baik.
Selalu ada awal dari sebuah akhir. Selalu ada suka berdampingan
dengan duka. Selalu ada cinta dibalik luka. Indah sih, tapi menyakitkan. Bahagia
sih, tapi menyedihkan. Menyebalkan sih, tapi merindukan.
Haaaaaaaaaaah membicarakan ini tidak akan ada habisnya. Terlalu
rumit dan kusut! Kata orang, take it easy, simple kan? Tapi menurutku, make it
simple so it can be easy! Yaaaa bikin sesimple mungkin dan pasti akan mudah.
Banyak ikan disungai sodara-sodara! Jangan fokus disatu ikan
kalalu gak mau kehilangan semua ikan yang ada HAHA If I could -________-
Okay, let me take a deep breath HUUUUUH HAAAAAAAH! Bye…
Jumat, 06 April 2012
18:04
Senja ini ada rindu. Perlahan tapi pasti, kadarnya bertambah
entah batas mana. Ingin sekali dihilangkan namun akhirnya bertambah kuat hingga
memuncak. Apa sebenarnya yang mendorong hati ingin melawan? Entah. Atau coba
menahan perlahan hingga nanti lenyap sendirinya? Entah.
Angin ini begitu lembut terasa. Membuat aku tersadar bahwa
sendiri itu melelahkan. Sosokmu disudut ruangan jauh masih jelas terlihat,
walau dinding tinggi membatasi. Aku ingin menari saat desiran angin ini mengingatkan
memori. Menari bersama hujan dan dedaunan yang menyisipkan kerinduan.
Aku ingin tetap menari saat senja seperti ini, saat butiran
air dari langit membasahi bumi. Menari mengingatmu, sembari tersenyum simpul
penuh rindu. Begituuuu menyejukkan. Aku merasa terbang dengan seluruh keindahan
kenangan itu. Aku bahagia.
Ternyata saat aku terbangun, ini semua hanya
bunga tidurku. Yaaaa ternyata bahagiaku ini hanya mimpi. Hahaha aku tersadar
dan lekas beranjak lalu bercermin “Aku akan baik-baik saja”.
Kamis, 22 Maret 2012
Good morning, you..
Aku tak pernah mengerti tiap kali mereka menyebutkan
kehebatan dia. Aku juga tak bisa mengerti tiap kali mendengar mereka mengeluh
tentang kehororan saat dia marah. Bahkan aku tak pernah sedikit pun mengerti
bagaimana bahagianya saat mereka merasakan hangat dekapnya. Yaaa..aku
benar-benar buta tentang dia.
Terlalu dini untukku mengingat hal-hal seperti itu,
yaaa..aku bahkan lupa hal terakhir yang pernah aku lakukan bersama dengannya.
Sepengetahuanku, dia adalah sosok pekerja keras, penyayang dan hebat tentunya.
Dan segelintir yang aku ingat adalah, aku pernah merasa sangat nyaman dalam
peluknya.
Saat dulu, dimana teman sebayaku memiliki orang yang
senantiasa mengantar jemput mereka setiap hari kesekolah, saat melihat mereka merengek meminta mainan baru lalu tersenyum
bahagia, saat melihat mereka melambaikan tangan dan menerima kecupan hangat
sebelum masuk ke kelas, saat melihat mereka bermain bersama diakhir pekan, aku
benar-benar tidak merasa iri. Apa mungkin aku belum mengerti?
Tapi kenapa saat ini, saat aku perlahan menuju dewasa dan
saat dimana seharusnya aku telah terbiasa, aku malah merasa begitu merindukan
sosoknya. Aku iri tiap kali melihat, mendengar bahkan membayangkan apa pun
tentang dia. Kadang aku berfikir betapa bahagianya mereka yang sampai detik ini
masih bisa menceritakan bahkan mengeluh apapun padanya. Kadang aku juga ingin
menceritakan kehebatan yang baru dia lakukan, atau bahkan memperlihatkan betapa
kompaknya kami. Yaaa..lagi lagi aku bodoh.
Hmm..hai, apa kabar ya? Maaf yaa, aku sudah jarang
berkomunikasi denganmu, yaaa kadang aku sibuk dan lupa kewajibanku haha betapa
payahnya aku bukan? Maaf juga aku tak bisa mendatangimu tiap akhir pekan
seperti orang kebanyakan, mungkin akan setaun sekali..itu pun jika aku pulang
kesana. Yaaa karena aku sedang berusaha menuntut ilmu ditempat ini. Maaf juga
yaa aku belum bisa menunjukan seseuatu yang berarti untuk dibanggakan, tapi aku
janji suatu saat nanti itu pasti. Maaf juga aku gak selalu bisa jagain wanitamu disana, sejujurnya aku juga sangat
merindukannya sama sepertimu. Haaaah aku merasa banyak hutang yang masih aku
emban saat ini. Doakan saja kebahagiaan buat kita semua yaaa..
Baiklah, pagi ini aku benar-benar merindukan sosokmu. Baik-baik
disana ya, karena aku tau tempatmu disana pasti jauh lebih indah dari tempat
kami disini. Tidur yang tenang..doa ku selalu menyertaimu, Pa..
Senin, 19 Maret 2012
....seperti aku
Tampaknya kekhawatiranmu itu semakin menjadi. Semakin jelas
dan perlahan nyata. Mungkin akan semakin besar, semakin kuat hingga kamu
terlihat rapuh dan kecil. Aku tau kamu itu bukan makhluk lemah. Tapi saat melihat
kekhawatiranmu itu, aku berfikir bahwa kamu sedang diambang keputus-asaan. Yaaa..mungkin
kamu takut untuk menyicipi kekecewaan yang tampaknya akan aku torehkan.
Tapi, aku pun sebenarnya begitu. Begitu sama rasa yang terimpit sesak didada. Rasanya ingin berontak dan meronta, namun tak punya daya. Jika mampu menawar dan meminta sedikit kelonggaran, aku hanya ingin meminta sedikit waktu. Waktu untuk bisa menggapai apa yang dulu pernah kita gantungkan. Mencapai apa yang telah kita letakkan diujung sana. Namun lagi lagi kita tak punya daya. Kita payah.
Sejujurnya aku tidak akan pernah rela melihat sosokmu jatuh dan terpuruk karena aku. Apalagi terlihat bodoh karena melawan sesuatu yang kita anggap tak pernah ada adilnya. Aku lelah mengasihani nasib yang jauh dari harapan.
Tapi, aku pun sebenarnya begitu. Begitu sama rasa yang terimpit sesak didada. Rasanya ingin berontak dan meronta, namun tak punya daya. Jika mampu menawar dan meminta sedikit kelonggaran, aku hanya ingin meminta sedikit waktu. Waktu untuk bisa menggapai apa yang dulu pernah kita gantungkan. Mencapai apa yang telah kita letakkan diujung sana. Namun lagi lagi kita tak punya daya. Kita payah.
Sejujurnya aku tidak akan pernah rela melihat sosokmu jatuh dan terpuruk karena aku. Apalagi terlihat bodoh karena melawan sesuatu yang kita anggap tak pernah ada adilnya. Aku lelah mengasihani nasib yang jauh dari harapan.
Bolehkan aku meminta? Tak cukup banyak, namun aku rasa sedikit sulit. Aku hanya meminta, kebahagiaanmu. Bolehkan aku cicipi sedikit saja? Sampai nanti aku tersadar dan ingin segera pulang. Tapi aku yakin.. kamu pasti sedih melihat aku yang berlari dan hilang begitu saja meninggalkan serpihan rindu. Aku tau, kamu tak menyukai bagian perpisahan. Aku tau, kamu pasti sangat menyayangkan semuanya. Aku hanya tak mau lukamu itu semakin mengeroak membesar dan semakin sulit disembuhkan. Aku hanya ingin melihat kamu bahagia, dengan sesuatu yang lebih nyata. Tidak samar dan buram, seperti aku…
Langganan:
Postingan
(
Atom
)