Minggu, 09 Oktober 2016
Masalah?
Jumat, 07 Oktober 2016
Problem Solved!
"Mah, mbak bingung. Kalau mama tanya soal apa, mbak beneran bingung mau cerita dari mana."
"Nggak perlu cerita deh, mama tau intinya mbak lagi bingung kan. Yaudah, gitu aja cukup."
"Terus solusinya gimana?"
"Kalau sesuatu sudah ditakdirkan untuk kita, sejauh apapun kita berlari maka ia akan selalu mendekat. Dan sebaliknya Mbak, kalau memang bukan takdirnya, semakin kita berusaha mendekat, maka akan terus jauh ia berlari."
............
#endconversation #problemsolved #iyajugaya #assimpleasthat #makjleb #speechless #kemanaajawiiiik
Selasa, 06 September 2016
Jangan
Jangan pernah risau akan doa-doa yang belum terjawab
Jangan pernah berhenti walau semua masih harap
Jika doa yang bertemu di langit nanti membentuk kita, maka inilah hasil dari setiap pinta
Jika memang bukan adanya, maka garis-Nya lebih baik dari yang kita duga
Jangan pernah ragu tentang jalan yang sudah dipilihkan
Jangan pernah malu saat ternyata bukan kita yang Allah mau
Karena yang Maha Tahu tidak akan pernah keliru, sedang manusia bukanlah penebak jitu
Biarkanlah doa membentuk jarak menjadi satu
Dan biarkanlah hujan ini menjadi pengantar sebuah rindu
-terbaperisasi hujan-
Senin, 29 Agustus 2016
Percakapan hujan dan senja
"kita harus tetap berbahagia untuk ini. kita sudah menjadi saksi atas bertaburnya doa manusia di waktu yang diharapkan: ba’da ashar sampai matahari terbenam menuju senjaku, dan dikala turunnya hujanmu. kita adalah pengharapan."
Hujan pun jatuh bercampur linangan kebahagiaan, betapa dirinya sangat dirindukan insan yang sedang memperjuangkan doa dan takdir-Nya di langit.
-selasar masjid di pinggiran jalan Yogyakarta, menanti magrib dan hujan reda, sembari berdoa-
Selasa, 09 Agustus 2016
Sore di Alun-Alun Sleman
Lucu. Aku selalu suka mengawasi. Jika aku adalah sebuah lensa kamera, mungkin momen candid adalah momen favoritku. Setiap orang bisa menjadi dirinya sendiri, tidak tahu bahwa ada yang sedang memperhatikan mereka, diam-diam.
Aku seperti sedang berusaha mengenal siapa mereka. Dengan siapa mereka, dan sedang apa mereka. Lalu aku senyum-senyum sendiri, sampai akhirnya kaget dengan kedatangan Pak Sofyan.
"Mbak, udah to melamunnya. Ini sudah jadi, maturnuwun ya."
Hahaha ternyata seorang pengamat pun tidak sadar bahwa ada yang sedang mengawasinya. Sama seperti kita yang suka tanpa sadar melihat kesalahan orang lain tanpa pernah bercermin pada diri sendiri. Na’udzubillahi min dzalik. Semoga Allah mengampuni kita. Aamiin.
Minggu, 24 Juli 2016
Nasihat Seorang Sahabat
Akan ada masanya di dalam proses mencari, kamu menemukan kelelahan. Pilihannya hanya 2 : mengakhiri atau terus maju, dengan syarat mengisi amunisi.
Berakhir bukan berarti kalah, tapi kamu baru saja memenangkan hal terberatnya, yaitu dirimu sendiri. Maju bukan pula berarti lemah, itu artinya kamu memperkuat perjalananmu yang masih panjang tadi.
Jika kamu memilih mengakhiri, maka selamat datang pada dunia baru yang akan membawamu pada kehidupan ajaib yang tak pernah kamu duga-duga. Hidupmu bukan lagi perihal ego diri, tapi tentang saling memahami dan berdamai dengan hati. Bukan lagi perihal keren di mata dunia, tapi berlomba-lomba mencari jalan berkah bersama.
Memang tidak ada yang mudah untuk mencapai kebahagiaan yang dijanjikan, tapi bukan pula berarti sulit jika kamu yakin dan tidak berpikir rumit.
Apa kamu sudah siap? Meninggalkan segala kebebasan dan kebahagiaan pribadi demi mendapatkan ridho illahi? Jika belum, lebih baik diam dan terus perbaiki diri.
Rabu, 20 Juli 2016
Kabar Bahagia pun Meledak
Ini memang hal baru dikeluarga inti kami. Sejak kecil, pembahasan perihal pernikahan sangatlah asing atau bahkan tabu untuk dibahas secara gamblang. Entah kami sebagai anak yang memang belum begitu tertarik untuk membahas ini, atau mungkin Mama yang masih belum mau "kehilangan" anak-anaknya.
Tiba-tiba semalam Mama bercerita dengan nada bahagia. Bahwa minggu ini Mama akan meminta seorang gadis untuk anak laki-lakinya. Aku terharu, entah kenapa. Mama tampak antusias untuk menyiapkan segala hal yang dibutuhkan, dan rasanya baru kali ini Mama tiba-tiba dengan sangat terbuka berdiskusi mengenai hal ini.
Aku jadi mengerti, orang tua memang yang paling tahu kapan waktu yang tepat untuk "melepaskan" anak-anaknya untuk membentuk sebuah keluarga, dan kapan anak-anak itu masih harus membersamai mereka. Dan aku meyakini, orangtua pulalah yang paling peka tentang kepada siapa dan kapan anak-anaknya akan "pergi".
Semalam aku memimpikannya. Sosok yang sudah sangat lama aku rindukan, mungkin hampir 20 tahun ini. Tiba-tiba sesosok yang dengan raut wajah bahagia, tampilan masih muda, dan wajahnya begitu jelas datang kedalam mimpiku. Sosoknya yang sedang bersemangat memasak di dapur, seraya bercerita seru entah soal apa. Ah, Papa. Aku meyakini, kebahagiaan yang ada disini ikut dirasakan pula oleh Papa disana kan?
Terima kasih sudah datang, sudah ikut berbahagia atas apa yang kami rasakan. Ini masih awal dari kebahagia-kebahagian lainnya. Tetaplah membersamai kami sampai kapanpun juga, karena disini kami juga meyakini bahwa tidak ada yang benar-benar pergi, selagi doa terus membumbung tinggi.
Semoga kabar baik lainnya segera berdatangan dalam keluarga ini. Percikan-percikan kecil yang akan membuat ledakan dasyat pada keluarga kami. Ledakan kebahagiaan. Aamiinn
Ps : Mas, selamat!!!